Jangka Waktu Pembayaran/Penyetoran & Pelaporan PPh

Dari diskusi dengan peserta training pajak dua hari yang lalu, saya mendapat kesan bahwa masih banyak Wajib Pajak (WP) yang belum memahami kapan waktunya membayar pajak.  Yang lebih parah bahkan ada yang mendapat informasi keliru dari account representativ/AR-nya di KPP masing-masing.  Oleh karena itulah, melalui tulisan pendek ini saya ingin berbagi informasi mengenai batas waktu penyetoran maupun pembayaran pajak.

Penyetoran & Pelaporan Withholding Tax

Sebagai WP, kita mungkin saja sekaligus ditunjuk menjadi pemotong pajak-pajak withholding tax seperti PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 atau PPh Pasal 26.  Dan batas waktu paling akhir untuk menyetorkan seluruh PPh tersebut adalah pada tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak.

Misalnya selama bulan Mei 2011 kita membayar gaji, membayar sewa gedung, membayar konsultan, baik di dalam maupun di luar negeri.  Dalam hal ini terhadap biaya-biaya tersebut harus kita potong PPh-nya, baik PPh Pasal 21, PPh Final Pasal 4 ayat (2) maupun PPh Pasal 26.  Seluruh PPh yang telah kita potong ini, harus kita setorkan ke negara paling lambat pada tanggal 10 Juni 2011.

Kemudian tugas kita sebagai pemotong PPh selanjutnya, adalah menyampaikan (melaporkan) SPT Masa untuk masing-masing jenis PPh yang kita potong tersebut.  Misalnya, PPh Pasal 21 atas gaji kita laporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 21/26, PPh atas sewa kantor kita laporkan dalam SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2), dlsb.  Masing-masing SPT Masa ini harus disampaikan ke KPP tempat kita terdaftar paling lambat pada tanggal 20 (dua puluh) bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak.  Dengan mengambil contoh sebelumnya, maka SPT Masa untuk masing-masing jenis PPh dilaporkan paling lambat tanggal 20 Juni 2011.

Pembayaran & Pelaporan PPh Sendiri (Self-Imposition)

PPh yang harus disetorkan sendiri terdiri dari PPh Pasal 25 dan PPh Final Pasal 15 maupun PPh Final Pasal 4 ayat (2).

PPh Pasal 25 untuk suatu bulan (masa pajak) harus dibayar paling lambat tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya.  Misalnya untuk PPh Pasal 25 bulan Mei 2011, harus dibayar paling lambat tanggal 15 Juni 2011.  Kemudian lembar ke-3 SSP pembayaran PPh ini kita sampaikan kepada KPP sebagai SPT Masa PPh Pasal 25.  Di beberapa KPP, WP tidak diwajibkan menyampaikan SSP terutama bila WP sudah membayar secara online dan SSP-nya sudah dibubuhi NTPN oleh bank yang bersangkutan.

Untuk PPh Final Pasal 4 ayat (2) dan PPh Final Pasal 15, kewajiban menyetor sendiri hanya ada jika kita belum dipotong PPh oleh pihak yang membayar.  Misalnya kita sebagai pemilik gedung menyewakan gedung kita kepada PT A.  Jika pada saat membayar sewa gedung PT A belum memotong PPh Final Pasal 4 ayat (2), maka kita sebagai penerima penghasilan wajib menyetorkan sendiri PPh itu.  Ketentuan ini juga berlaku untuk PPh Final Pasal 15 seperti terhadap sewa/charter kapal laut maupun pesawat udara.

PPh Final (Pasal 4 ayat (2) maupun Pasal 15) wajib disetor paling lambat tanggal 15 (lima belas) bulan berikutnya setelah bulan diterimanya pembayaran.  Selanjutnya, setelah menyetorkan sendiri PPh tersebut, kita juga harus menyampaikan SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) atau PPh Pasal 15, paling lambat tanggal 20 (dua puluh) bulan berikutnya setelah bulan diterimanya pembayaran.

PPh Pasal 29

PPh Pasal 29 adalah PPh Kurang Bayar (PPh-KB) yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh.  Batas waktu pembayarannya ditentukan oleh jenis WP serta tahun buku yang diselenggarakan oleh WP tersebut.  Secara umum ketentuan pembayaran PPh Pasal 29 adalah:

  1. Untuk WP orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, pembayarannya paling lambat tanggal 30 Maret tahun berikutnya setelah berakhirnya tahun pajak sebelum batas akhir penyampaian SPT Tahunan PPh WP orang pribadi;
  2. Untuk WP orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, pembayarannya paling lambat akhir bulan ketiga setelah berakhirnya tahun pajak sebelum batas akhir penyampaian SPT Tahunan PPh WP orang pribadi;
  3. Untuk WP badan, pembayarannya paling lambat akhir bulan keempat setelah berakhirnya tahun pajak sebelum batas akhir penyampaian SPT Tahunan PPh WP Badan.

Contoh 1:

Bambang bekerja di PT A dan tidak melakukan kegiatan usaha maupun pekerjaan bebas selain bekerja di sana.  Dalam hal ini tahun pajak Bambang dianggap mulai Januari hingga Desember.  Untuk penghasilan tahun 2010 misalnya, harus dilaporkan di SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2010.  SPT Tahunan ini wajib disampaikan paling lambat tanggal 30 Maret 2011 dan sebelum SPT Tahunan PPh itu dilaporkan, PPh-KB sudah harus dibayar.

Contoh 2:

Agus selain bekerja di sebuah rumah sakit juga membuka praktek dokter umum di rumahnya.  Dalam konteks ini, Agus disebut sebagai WP orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.  Tahun pajak bagi Agus adalah sama dengan tahun buku dalam pembukuannya.  Jika tahun buku pembukuannya Januari s/d Desember 2010 misalnya, maka SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2010 itu wajib dilaporkan paling lambat tanggal 30 Maret 2011.  Dan sebelum SPT Tahunan PPh itu disampaikan (dilaporkan) ke KPP, PPh-KB yang tercantum dalam SPT Tahunan tersebut sudah harus dibayar.

Jika tahun buku pembukuan Agus dimulai April 2010 hingga Maret 2011, SPT Tahunan PPh paling lambat harus dilaporkan tanggal 30 Juni 2011 dan berarti PPh-KB harus dibayar sebelum SPT disampaikan ke KPP.

Contoh 3:

PT ABC menggunakan tahun buku mulai Januari 2010 hingga Desember 2010.  Dalam hal ini, SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2010 harus disampaikan ke KPP paling lambat tanggal 30 April 2011.  Dan PPh-KB yang tercantum dalam SPT Tahunan PPh itu sudah harus dibayar sebelum SPT disampaikan ke KPP.

Demikian yang dapat saya informasikan.  Jika ada kesalahan, mohon dikoreksi melalui kotak komen yang tersedia. Terima kasih.

Pamulang, 15 Mei 2011-10:37 WIB

About these ads

2 comments

    1. Bidi => Maksudnya tahun buku WP dimulai 1 Oktober 2010 hingga September 2011…? Kalau iya, berarti SPT Tahunannya disampaikan paling lambat 31 Januari 2012.

Want to Comment...?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s