PPh Pasal 23 atas Hadiah

Hadiah (reward) yang dibayarkan atau terutang kepada Subjek Pajak dalam negeri juga merupakan salah satu objek pemotongan PPh Pasal 23. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai pengertian hadiah, tarif PPh Pasal 23 dan DPP atau dasar pengenaan pajaknya.

Pengertian Hadiah

Berkenaan dengan hadiah atau penghargaan, Dirjen Pajak melalui KEP-395/PJ/2002 menjelaskan bahwa pada prinsipnya hadiah dibedakan ke dalam lima kelompok, yaitu:

  1. Hadiah Undian, yaitu hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diberikan melalui undian (lucky-draw);
  2. Hadiah atau penghargaan perlombaan, yaitu hadiah atau penghargaan yang diberikan melalui suatu perlombaan atau adu ketangkasan;
  3. Hadiah sehubungan dengan pekerjaan, jasa dan kegiatan, yaitu hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diberikan sehubungan dengan pekerjaan, jasa atau kegiatan yang dilakukan oleh si penerima hadiah;
  4. Penghargaan, yaitu imbalan yang diberikan sehubungan dengan prestasi dalam kegiatan tertentu; dan
  5. Hadiah langsung dalam penjualan barang atau jasa.

Objek PPh Pasal 23

Dari keempat kelompok hadiah atau penghargaan tersebut, hanya kelompok 2, 3 dan kelompok 4, yang menjadi objek pemotongan PPh Pasal 23. Itu pun jika si penerima hadiah atau penghargaan itu berstatus sebagai WP badan dalam negeri.  Jika penerima hadiah atau penghargaan berstatus sebagai WP orang pribadi dalam negeri, maka pemotongannya adalah PPh Pasal 21.

Hadiah langsung (Kelompok 5), jika diberikan secara langsung kepada semua pembeli atau konsumen akhir, tanpa diundi, dan diterima langsung oleh pembeli saat pembelian barang atau jasa, tidak dikenakan pemotongan PPh apapun. Tetapi jika diberikan melalui pihak lain, misalnya distributor atau agen penjualan, maka hadiah itu harus dipotong PPh Pasal 21 atau PPh Pasal 23 tergantung status si distributor atau agen, apakah orang pribadi atau badan.

Khusus untuk hadiah undian (Kelompok 1), hadiah itu dikenakan pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 132 Tahun 2000.

Pengecualian

Hadiah, selain hadiah undian, yang diberikan kepada pihak bank yang berstatus WP badan dalam negeri, tidak dipotong PPh Pasal 23 [Pasal 23 ayat (4) UU PPh].  Begitu pun dengan hadiah langsung yang diberikan kepada pembeli atau konsumen akhir, sepanjang hadiah itu diberikan secara langsung tanpa diundi kepada pembeli pada saat pembelian barang  atau jasa dilakukan.

Tarif dan DPP

Tarif PPh Pasal 23 atas hadiah ditetapkan sebesar 15%. Tetapi jika penerima hadiah tidak memiliki NPWP, tarifnya naik menjadi 30% sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 23 ayat (1a) UU PPh. Sedangkan yang menjadi DPP atau dasar pengenaan pajaknya adalah jumlah bruto hadiah yang diberikan.  Jika hadiah diberikan dalam bentuk barang, maka jumlah bruto yang dimaksud adalah harga beli barang tersebut pada saat si pemberi hadiah membeli barang untuk hadiah tersebut.

-ooOOoo-

Artikel terkait:

Pamulang, 29 Juli 2012

About these ads

5 comments

Want to Comment...?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s