Subjek Pajak Luar Negeri

istilah subjek pajak luar negeri juga akan lebih sering ditemukan dalam pembahasan PPh.  Dan sama seperti subjek pajak dalam negeri, subjek pajak luar negeri juga terdiri dari orang pribadi (individu) dan badan.

Subjek pajak orang pribadi luar negeri adalah orang pribadi yang: (1) tidak bertempat tinggal di Indonesia; dan (2) berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.  Sedangkan badan yang masuk kelompok subjek pajak badan luar negeri adalah badan yang: (1) tidak didirikan di Indonesia; dan (2) tidak berkedudukan di Indonesia.

Subjek pajak luar negeri (baik orang pribadi maupun badan) dapat memperoleh penghasilan dari Indonesia dengan cara: (1) menjalankan usaha atau melakukan kegiatan bisnis melalui BUT (permanent establishment); atau (2) tidak melalui BUT (biasanya penghasilan yang bersifat pasive income seperti bunga, dividen, royalti maupun sewa).

Jika subjek pajak luar negeri memperoleh penghasilan dengan cara pertama, maka BUT dari subjek pajak luar negeri tersebut tergolong subjek pajak luar negeri.  Namun dalam perlakuan pajaknya, BUT dipersamakan dengan subjek pajak badan dalam negeri dan memiliki kewajiban pajak yang sama dengan subjek pajak dalam negeri (kewajiban NPWP, SPT dan lain sebagainya).

4 comments

  1. Terima kasih atas informasinya. Saya boleh tanya tentang kasus saya sbb:
    Saya WNI yang bekerja di luar negeri (Singapura) sebagai karyawan dengan gaji tetap. Selain itu juga saya punya penghasilan dari uang sewa rumah saya di Indonesia. Pertanyaan saya: pada kolom penghasilan luar negeri di form SPT tahunan, apakah harus saya isi nilai penghasilan sebenarnya ataukah nol karena penghasilan ini tidak kena pajak Indonesia dan saya telah membayar pajak di Singapura?

    Terima kasih sebelumnya.
    Ray

    1. »Raymond: Kalau Anda sudah termasuk subjek pajak luar negeri seperti yg saya jelaskan di jawaban sebelumnya (lihat jawaban saya buat Dek Watoek/Agus), semestinya di SPT Tahunan PPh Anda cukup melaporkan penghasilan dari sewa rumah yg di Indonesia saja. Sedangkan penghasilan dari Singapore tidak perlu dihitung lagi karena status Anda yg sudah menjadi Subjek Pajak Luar Negeri.

      Sesuai dgn ketentuan umum PPh, subjek pajak luar negeri hanya dikenai pajak Indonesia atas penghasilan yg berasal/bersumber dari Indonesia saja. Beda dgn subjek pajak dalam negeri yg dikenai pajak atas seluruh penghasilan baik yg berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia (world wide income).

      Terima kasih.

  2. om, saya seorang pelaut yg bekerja di perusahaan luar negri, kerja dgn sistem kontrak 8 bulan. yg berarti lbh dr 183 hari. saya tinggal di indonesia menganggur sampai dapat kontrak kerja yg baru.
    untuk pelaporan SPT saya bagaimana?
    apakah perlu disertakan lampiran pendukung misal copy lembar kontrak kerja atau bukti pembayaran pajak luar negeri? untuk bukti pembayaran luar negeri sy tidak punya krn itu urusan perusahaan yg mempekerjakan saya, dan tidak ada hubunganya dg pajak dlm negri. pengalaman teman2 sering dipersulit waktu dikantor pajak krn mslh lampiran tsb.
    untuk pelaporanya pakai formulir yg mana? pendapatan lbh 100jt perbln. makasiiih..

Want to Comment...?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s