PPh Pasal 22 Barang Mewah

Pengenaan PPh ini mulai diberlakukan sejak tahun 2009 berdasarkan PMK Nomor 253/PMK.03/2009 tanggal 4 Februari 2009. Berdasarkan PMK ini, PPh Pasal 22 dikenakan terhadap penjualan barang yang tergolong sangat mewah berupa:

  • Pesawat udara pribadi dengan harga jual lebih dari Rp 20 milyar;
  • Kapal pesiar dan sejenisnya dengan harga jual lebih dari Rp 10 milyar;
  • Rumah beserta tanahnya dengan harga jual atau harga pengalihannya lebih dari Rp 10 milyar dan luas bangunan lebih dari 500 m2;
  • Apartemen, kondominium, dan sejenisnya dengan harga jual atau pengalihannya lebih dari Rp 10 milyar dan/atau luas bangunan lebih dari 400 m2;
  • Kendaraan bermotor roda empat pengangkutan orang kurang dari 10 orang berupa sedan, jeep, sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), minibus, dan sejenisnya, dengan harga jual lebih dari Rp 5 milyar dan dengan kapasitas silinder lebih dari 3.000 cc.

 

Subjek Pemungut

Subjek yang wajib melakukan pemungutan, penyetoran dan pelaporan PPh Pasal 22 dalam hal ini adalah Wajib Pajak badan yang melakukan penjualan barang mewah tersebut.  Pengertian kata ‘badan’ dalam hal ini tentunya Wajib Pajak badan menurut UU perpajakan yang berlaku, yaitu:

“…sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.” (Pasal 1 angka 3 UU KUP Nomor 28 Tahun 2007).

Penunjukkan sebagai pemungut PPh Pasal 22 tersebut berlaku secara otomatis artinya tidak membutuhkan surat keputusan khusus dari Kepala KPP setempat.  Jadi setiap WP badan yang melakukan penjualan atau pengalihan barang mewah tersebut otomatis harus memungut, menyetor dan melaporkan PPh Pasal 22 Barang Mewah.

 

Subjek yang Dipungut

Pihak yang dikenakan PPh Pasal 22 Barang Mewah adalah pembeli atau penerima barang mewah tersebut.  Dengan demikian, saat membayar kepada penjual barang sangat mewah tadi, pembeli harus membayar pula PPh Pasal 22 selain PPN dan PPn-BM.

 

Tarif dan DPP

PPh Pasal 22 Barang Mewah dihitung berdasarkan tarif 5% dikalikan dengan harga jual yang belum termasuk PPN maupun PPn-BM.  Jika harga jual barang sangat mewah tersebut misalnya senilai Rp 30 milyar, maka PPh Pasal 22 yang harus dibayar oleh pembeli kepada penjualnya adalah Rp 30.000.000.000,- x 5% = Rp 1.500.000.000,-.

 

Dapat Dikreditkan

Bagi pembeli barang sangat mewah, PPh Pasal 22 yang dipungut oleh penjualnya tadi, tidak bersifat final dan dianggap sebagai kredit PPh.  Untuk itu, pembeli sebaiknya meminta Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 dari penjual barang sangat mewah tersebut untuk kepentingan pengkreditan PPh di SPT Tahunan PPh si pembeli.

 

Pamulang, 19 Juni 2012

One comment

Want to Comment...?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s