PPh Pasal 22 Otomotif

PPh Pasal 22 Otomotif adalah PPh yang dipungut terhadap penjualan kendaraan bermotor beroda dua (2) atau lebih, di dalam negeri yang dilakukan oleh badan usaha yang bergerak di bidang industri otomotif.  Melalui PER-57/PJ./2010 tanggal 10 Desember 2010, Dirjen Pajak menegaskan bahwa yang termasuk sebagai industri otomotif tersebut adalah ATPM (agen tunggal pemegang merek), APM (agen pemegang merek) dan importir umum kendaraan bermotor.

Subjek Pemungut

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, industri otomotif—termasuk ATPM, APM dan importir umum kendaraan bermotor—merupakan subjek yang wajib memungut PPh Pasal 22 atas penjualan kendaraan bermotor.

Penunjukkan sebagai pemungut PPh Pasal 22 tersebut dilakukan melalui penerbitan Surat Keputusan Penunjukan Sebagai Pemungut PPh Pasal 22 oleh Kepala KPP tempat industri otomotif tersebut terdaftar NPWP.  Industri otomotif yang sudah mendapat SK penunjukkan dari Kepala KPP selanjutnya wajib memungut, menyetor dan melaporkan PPh Pasal 22 terhadap setiap penjualan kendaraan bermotor roda dua atau lebih yang dilakukan di dalam negeri.

Subjek yang Dipungut

Dalam hal ini subjek yang dikenakan (dipungut) PPh Pasal 22 adalah para pembeli kendaraan bermotor yang membeli kendaraan bermotor dari industri otomotif yang sudah ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 Otomotif.

Tarif dan DPP

PPh Pasal 22 Otomotif yang harus dibayar pembeli kepada pemungut PPh Pasal 22 tersebut sebesar 0,45% dari DPP PPN (harga jual yang belum termasuk PPN). Misalkan kita membeli mobil dari ATPM seharga Rp 250.000.000,- di mana harga jual mobil itu belum termasuk PPN (10%) dan PPn-BM (40%).  Dengan demikian, PPh Pasal 22 yang harus yang harus kita bayar kepada ATPM tersebut adalah = 0,45% x Rp 250.000.000,- atau sebesar Rp 1.125.000,-.

Tidak Bersifat Final

Bagi pembeli kendaraan bermotor (subjek yang dipungut), PPh Pasal 22 yang mereka bayarkan kepada industri otomotif saat mereka membeli kendaraan tersebut merupakan uang muka pajak (kredit PPh).  Untuk itu, mereka harus meminta Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 dari industri otomotif yang telah memungut PPh Pasal 22 agar dapat dijadikan bukti pengkreditan di SPT Tahunan PPh.

Pamulang, 19 Juni 2012

One comment

Want to Comment...?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s