Mari Mengenal PPh Pasal 22

PPh Pasal 22 adalah salah satu jenis PPh yang pengenaannya agak menyimpang dari ketentuan umum PPh itu sendiri.  Jika secara umum objek PPh berupa income atau pendapatan, objek PPh Pasal 22 justru menjadikan expenditure atau biaya/pengeluaran sebagai objeknya. Terutama jika dilihat dari sisi pihak yang dikenakan pemungutan PPh Pasal 22.

Payung hukum pengenaan PPh Pasal 22 adalah klausul Pasal 22 UU PPh.  Dalam pasal ini ditegaskan bahwa Menteri Keuangan diberikan kewenangan untuk menetapkan pihak-pihak tertentu atau subjek tertentu untuk melakukan pemungutan PPh Pasal 22 terutama dalam kegiatan impor, kegiatan pembayaran dan kegiatan tertentu lainnya.

Menindaklanjuti kewenangan dari Pasal 22 UU PPh tersebut, Menteri Keuangan kemudian menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 154/PMK.03/2010.  PMK ini efektif berlaku mulai 31 Agustus 2010 dan merupakan peraturan Menteri Keuangan terbaru mengenai PPh Pasal 22 pada era berlakunya UU PPh Nomor 36 Tahun 2008.  Pada masa sebelumnya, peraturan mengenai PPh Pasal 22 adalah Keputusan Menteri Keuangan Nomor 254/KMK.03/2001 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan PMK Nomor 210/PMK.03/2008.

Objek PPh Pasal 22

Berbeda dengan objek PPh pada umumnya yang berupa penghasilan (income), sebagian besar objek pemungutan atau pengenaan PPh Pasal 22 justru berupa biaya atau pengeluaran (expenditure).  Jika dilihat dari sisi subjek yang dipungut, hanya ada beberapa objek PPh Pasal 22 yang berupa penghasilan (income).

Seperti yang ditetapkan dalam PMK Nomor 154/PMK.03/2010, jenis dan objek pemungutan PPh Pasal 22 serta siapa subjek yang harus melakukan pemungutan adalah sebagai berikut:

  1. PPh Pasal 22 Impor. Dalam hal ini, kegiatan yang dikenakan (objek pemungutan) PPh Pasal 22 adalah kegiatan impor barang.  Subjek yang ditunjuk untuk menjadi pemungut (collector) adalah Bank Devisa serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Sedangkan subjek yang dipungut (yang dikenakan PPh Pasal 22) adalah importir yang melakukan impor tersebut.
  2. PPh Pasal 22 Bendahara Pemerintah. Transaksi yang menjadi objek PPh Pasal 22 adalah pembayaran yang dilakukan oleh Bendaharawan Pemerintah kepada vendor atau rekanan pemerintah.  Subjek pemungut PPh Pasal 22-nya adalah Bendahara Pemerintah, baik di tingkat pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.  Sementara subjek yang dikenakan pemungutan PPh Pasal 22 adalah vendor atau rekanan pemerintah.
  3. PPh Pasal 22 Semen. Objek pemungutan PPh Pasal 22 di sini adalah penjualan semen di dalam negeri yang dilakukan oleh badan usaha industri semen.  Subjek pemungutnya adalah badan usaha yang memproduksi semen tersebut yang telah ditunjuk oleh KPP setempat sementara subjek yang terpungut (dikenakan PPh Pasal 22) adalah pihak pembeli semen.
  4. PPh Pasal 22 Kertas. Objek pemungutan PPh Pasal 22 di sini adalah penjualan kertas di dalam negeri.  Subjek pemungutnya adalah badan usaha yang memproduksi kertas tersebut yang ditunjuk oleh KPP setempat sementara subjek yang terpungut (dikenakan PPh Pasal 22) adalah pihak pembeli kertas.
  5. PPh Pasal 22 Baja. Objek pemungutan PPh Pasal 22 di sini adalah penjualan baja di dalam negeri.  Subjek pemungutnya adalah badan usaha yang memproduksi baja tersebut yang ditunjuk oleh KPP setempat sementara subjek yang terpungut (dikenakan PPh Pasal 22) adalah pihak pembeli baja.
  6. PPh Pasal 22 Otomotif. Objek pemungutan PPh Pasal 22 di sini adalah penjualan otomotif di dalam negeri.  Subjek pemungutnya adalah badan usaha yang memproduksi otomotif tersebut yang ditunjuk oleh KPP setempat sementara subjek yang terpungut (dikenakan PPh Pasal 22) adalah pihak pembeli otomotif.
  7. PPh Pasal 22 Bahan Bakar Minyak. Dalam hal ini yang menjadi objek pemungutan PPh Pasal 22 adalah penjualan bahan bakar minyak, gas dan pelumas. Subjek pemungutnya adalah produsen ataupun importir yang menjual bahan bakar minyak, gas dan pelumas.  Sedangkan subjek yang dikenakan adalah konsumen yang membeli langsung bahan bakar minyak, gas dan pelumas dari produsen maupun importir tersebut.
  8. PPh Pasal 22 Pedagang Pengumpul. Di sini yang menjadi objek pemungutan PPh Pasal 22 adalah penjualan bahan-bahan untuk keperluan industri atau ekspor dari pedagang pengumpul kepada industri maupun eksportir yang bergerak dalam sektor kehutanan, pertanian, perkebunan dan perikanan.  Subjek pemungutnya adalah industri dan eksportir yang melakukan pembelian yang ditunjuk oleh KPP setempat.  Sedangkan subjek yang dipungut (dikenakan) PPh Pasal 22 adalah pedagang pengumpul yang melakukan penjualan.

Dari kedelapan objek pemungutan PPh Pasal 22 tersebut, secara garis besar sebenarnya hanya ada tiga kegiatan yang dijadikan objek PPh Pasal 22 yaitu: kegiatan impor, kegiatan penjualan kepada pembeli tertentu, dan kegiatan pembelian produk tertentu dari penjual tertentu. Dan dari ketiga kegiatan itu, hanya satu yang kegiatan masuk kategori income yaitu kegiatan penjualan kepada pembeli tertentu.  Itulah sebabnya banyak praktisi pajak yang mengatakan pengenaan PPh Pasal 22 ini agak bertolak belakang dengan konsep umum PPh karena menjadikan expenditure/expense sebagai objeknya dan bukannya income atau penghasilan.

Dikecualikan dari Pemungutan PPh Pasal 22

Dari berbagai kegiatan impor atau transaksi jual-beli barang, ada beberapa yang dikecualikan dari pengenaan atau pemungutan PPh Pasal 22. Maksudnya ada beberapa kegiatan impor maupun serah terima barang yang tidak dikenakan pemungutan PPh Pasal 22.  Pengecualian ini dapat dilihat di Pasal 3 PMK Nomor 154/PMK.03/2010 (mohon maaf saya tidak bisa mencantumkannya di artikel ini karena terlalu banyaknya kelompok barang yang dikecualikan).

Hal yang perlu diingat terkait dengan pengecualian tersebut adalah bahwa sebagian besar pengecualian itu berlaku hanya apabila ada Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 yang diterbitkan oleh KPP setempat.  Jika tidak ada SKB, maka terhadap objek tersebut akan dikenakan PPh Pasal 22.

Sampai di sini dulu artikel pertama mengenai PPh Pasal 22 ini.  Dalam artikel-artikel selanjutnya akan dibahas mengenai ketentuan PPh Pasal 22 secara lebih spesifik.  Terima kasih…

Artikel terkait:

Pamulang, 21 Juni 2012

Want to Comment...?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s