SPT Tahunan PPh Bagi WP UKM

Sejak bulan Januari 2014, terkait dengan pembuatan SPT Tahunan PPh, seringkali saya mendapat pertanyaan mengenai cara pembuatan dan pengisian SPT Tahunan PPh bagi Wajib Pajak yang memiliki omset tidak lebih dari Rp 4,8 milyar (atau yang biasa disebut WP Usaha Kecil Menengah/WP-UKM). Pertanyaan itu muncul karena katanya ada perbedaan treatment PPh terhadap omset bulan Januari-Juni 2013 dengan omset bulan Juli-Desember 2013.

Banyak yang bilang, bahwa untuk omset yang diperoleh mulai bulan Juli 2013 hingga Desember 2013 menurut ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013, dikenakan PPh Pasal 4 ayat (2) yang bersifat final sebesar 1% (satu persen). Sehingga terhadap omset bulan Juli hingga Desember 2013 tersebut tidak perlu lagi dihitung PPh terutangnya di SPT Tahunan PPh. Sementara untuk omset yang diperoleh bulan Januari-Juni 2013 masih dikenakan PPh dengan tarif PPh umum sehingga harus dihitung kembali PPh yang terutangnya dalam SPT Tahunan PPh WP-UKM yang bersangkutan. Tapi bagaimana mekanismenya…? Silakan baca di artikel ini.

–ooOoo–

4 comments

  1. Yth Bapak AR Muhammad

    Bisa aja Bapak. Hahaha :D
    By the way terima kasih banyak atas penjelasannya,

    Salam super pak…….. :D

  2. Selamat sore Bapak AR Muhmmad, maaf sedikit konsultasi :
    Yang saya tahu aturan PP 46 tahun 2013, ditkenakan pukul rata yaitu pph 1 % dari omset usaha dari yang margin laba rendah/tipis sampai margin laba super tinggi..
    Apabila omset usaha dlm 1 tahun mencapai Rp 800.000.000 dengan keuntungan bersih Rp 600.000.000 ( maaf jenis barang nya sedikit monopoli dan untung besar). Dengan gaya hidup super hemat dari WPOP hanya Rp 40.000.000 pertahun,
    Otomatis kenaikkan harta neto sekitar Rp 560,000,000 pertahun
    Kalau PELAPORAN HARTA di SPT tahunan meningkat sedemikian rupa (besar) dalam beberapa tahun saja tentu sudah mencapai millyaran. Pastinya tampak tidak wajar padahal kondisi usahanya memang begitu (margin laba tinggi).

    Itu harus jadi bagaimana ya pak ? , Saya jadi bingung untuk pelaporan HARTA di SPT.tahunan.
    mohon bantuannya. Maksud nya setidaknya tampak proporsional antara penghasilan, pajak yang di bayar, konsumsi wajib pajak dan sisanya yang lari untuk investasi (kenaikkan nilai harta WP di SPT). Terima kasih pak
    Salam

    1. Yth. Bapak Daniel,

      Kalau memang kondisinya begitu, apa yang dikhawatirkan…? Dirjen Pajak dalam hal ini tidak akan mempermasalahkan kenaikan harta yang sangat besar. Tapi kalau KPK, mungkin iyaa. :D

Want to Comment...?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s